Hadits Syiah
| SIKAP SYI'AH TERHADAP PARA SAHABAT RASUL SAW |
|
|
|
| Ditulis oleh Administrator | |
|
Golongan Syi'ah yang mengaku sebagai pengikut ahlulbait, sebagai pencinta dan pendukungnya, ternyata mereka mempunyai sikap yang bertolak belakang. Agaknya hal ini disebabkan karena rasa dendam mereka atas perjuangan para sahabat nabi yang tak pernah berhenti. Yang terus-menerus membebaskan dan menaklukkan negeri nenek moyang mereka yang konon menurut legenda merupakan negara besar.
Negara raksasa mereka itu ternyata telah dihancur-lumatkan oleh pasukan Islam yang langsung dipimpin oleh para sahabat nabi yang perkasa. Para sahabat rasul itu telah berhasil menghancurkan kubu syirikisme yang penuh dengan berhala dan sesembahan bendawi lainnya. Raja-raja legendaris mereka telah diseret turun dari tahtanya. Istana, benteng-benteng dan rumah-rumah mewah mereka dihancur-leburkan dihadapan rakyat mereka yang tertindas dari zaman ke zaman. Bendera tauhid dikibarkan di seluruh pelosok dan penjuru negeri. Melihat keperkasaan Islam ini, maka berkumpullah anak-cucu Majusi dan Yahudi serta mereka yang ditumpas oleh Islam karena berusaha membendung api Islam. Sisa mereka itulah kemudian yang bersatu dan berkomplot untuk melampiaskan dendam kesumat mereka dengan jalan menggunakan topeng sebagai pencinta ahlulbait. Padahal ahlulbait sendiri suci dari perbuatan jahat mereka. Dengan pena dan lidah mereka sebarkan cacimaki terhadap para mujaahidiin Islam angkatan pertama, para sahabat Rasulullah, yang telah mengorbankan jiwa dan raganya demi kejayaan Islam. Salah seorang pendendam itu dengan lantang mengatakan : "Setelah Rasulullah wafat, semua orang kembali murtad, kecuali empat orang" [i] Al-Kulaini sebagai Bukharinya Syi'ah bahkan lebih jauh lagi menulis : "Setelah Rasulullah wafat, semua orang murtad kembali kecuali tiga orang : Al-Miqdad bin Al-Aswad, Abu Dzar Al-Ghifari dan Salman Al-Farisi." [ii] Al-Majlisi juga menyatakan : "Setelah Nabi wafat, semua orang celaka kecuali Abu Dzar, Al-Miqdad dan Salman." [iii] Orang pasti akan bertanya-tanya kepada penulis sadis itu, di manakah gerangan ahlulbait Nabi seperti Abbas paman Nabi, Ibnu IR Abbas anak paman Nabi, Aqil adik Ali, Ali sendiri dan Hasan Husin kedua cucu Nabi itu ? Bukankah mereka saat itu masih hidup ? Lebih celaka lagi, dalam Bab lain Kulaini menyatakan : "Orang akan merasa ngeri apabila kami katakan bahwa semua orang telah murtad. Bahkan sesungguhnya setelah Nabi wafat, semua kembali ke jahiliyyah lagi. Golongan Anshaar menolak pengangkatan Abubakar, karena mereka menghendaki agar Sa'ad yang dibai'at. , Beramai-ramai mereka menyelenggarakan upacara seperti pada jaman jahiliyyah sambil melontarkan sanjungan : "Hai Saad, kaulah sesungguhnya yang kami harapkan, kau lah sesungguhnya jantan yang perkasa." [iv] Menurut ucapan di atas, berarti tidak seorang pun lagi, semuanya telah kembali murtad, termasuk tentunya Abu Dzar, AI-Miqdad maupun Salman. Tanpa kecuali, semua orang sudah murtad. Ulama Syi'ah angkatan baru yang kabarnya punya pendapat yang bertentangan dengan apa yang ditulis di atas itu, bahkan juga menyatakan bahwa para sahabat telah murtad setelah menyatakan Islamnya. Bahkan salah seorang sisa pendendam dari mereka itu telah melontarkan tuduhan bahwa sesungguhnya para sahabat itu tidak pernah masuk Islam. Penulis inilah yang telah menuduh bahwa saya telah mengambing-hitamkan Syi'ah karena saya katakan dalam buku saya terdahulu bahwa Syi'ah telah mengkafirkan para sahabat utama Nabi. Tidak ada salahnya kiranya sebagai bukti saya nukil tulisan Syi'ah angkatan baru ini yang menulis dalam bukunya : "Sesungguhnya bangsa Arab itu tidak beriman kepada Muhammad, kecuali setelah telinga mereka dijejali oleh da'wah Islam, setelah Muhammad dengan susah payah mengajak mereka memeluk Islam. Di antara mereka itu ada yang beriman, ada yang menolak, ada pula yang mengulur-ulur waktu. Selain itu ada pula yang memeluk Islam karena takut setelah Islam bertambah kuat. Tak seorang pun dari mereka itu yang memeluk Islam atas dasar keyakinan akalnya, kecuali seorang saja yang mengembara keluar dari negerinya untuk mencari hakikat. Ia dengan berani menghadapi segala macam kesulitan dan bahaya, yang akhirnya hakikat itu berhasil ia peroleh saat berjumpa dengan Muhammad dan ia beriman kepadanya. Orang itu tidak lain dan tidak bukan adalah Salman Al-Farisi." [v] Kisah-kisah yang jorok dan penafsiran ayat-ayat Al-Qur'an dengan tujuan untuk memojokkan para sahabat Rasulullah banyak sekali terdapat dalam buku-buku Syi'ah. [i] Kitab "Salim bin Qays al-'Aamari", hal.92 cetakan Beirut. [ii] Al-Roudhah Minal Kaafi, jus VII, hat 245. [iii] Kitab Al-Roudhah Minal Kaafi, jus 2 hal. 296. Jelas sekali Al-Kaafi telah mendustakan sejarah. Dalam semua sejarah Islam tertulis, bahwa golongan Anshar aklamasi mebai'at Abubakar, kecuali Saad bin Ubadah bungkem. [iv] Ibid. [v] Jelas sekali penulis buku "Kitabusy Syi'ah Was Sunnah Fil Miizaan" dengan nama samaran S. Kh. cetakan Beirut yang bermaksud hendak membantah buku kami Syi'ah Was-Sunnah, ia telah menunjukkan belangnya betapa bencinya terhadap bangsa Arab yang menyambut risalah Muhammad secara serentak dan berhasil menghancurkan kubu majusi. Berarti ia telah menganulir Ali beserta seluruh ahlulbait nabi, kecuali Salman saja yang beriman kepada Muhammad secara rasionil. |
| < Sebelumnya | Berikutnya > |
|---|









